#FreePalestine | @salimafillah

1. Kita mulai #FreePalestine. Ini kisah kecil tentang 3 orang di 3 periode pembebasan Al Quds;Sang Amin, Yusuf ibn Ayyub, & si Guru Lumpuh.

2. Nabi: “Tiap ummat memiliki orang nan paling dipercaya. Dan ‘Aminu Hadzal Ummah’ kepercayaan ummat ini adalah Abu ‘Ubaidah” #FreePalestine

3. Abu ‘Ubaidah wajahnya berseri, matanya bersinar, tubuhnya tinggi kurus, postur agak membungkuk, dengan bidang bahu kecil. #FreePalestine

4. Lelaki ini pemalu, itu bawa dia pada hidayah saat Abu Bakr tawarkan Islam, “Aku malu jika tawaran kebenaran tak kusambut” #FreePalestine

5. Tapi Abu ‘Ubaidah-lah gambaran sempurna atas ungkapan “Bagai rahib di malamnya, umpama singa bagi siangnya.” Dia cekatan. #FreePalestine

6. “Ada 3 lelaki Quraisy”, kata Ibnu ‘Umar, “Nan cemerlang wajahnya, tinggi akhlaq, halus rasa, lembut kata, & amat malunya.” #FreePalestine

7. “Jika bicara”, lanjutnya, “Allah di lisannya, sucilah dari dusta. Jika menyimak, Allah di telinganya, tak memotong kata.” #FreePalestine

8. “Mereka adalah”, pungkasnya, “Abu Bakar si pembenar, ‘Utsman pemilik dua cahaya, & Abu ‘Ubaidah kepercayaan ummat ini.” #FreePalestine

9. Mata Abu ‘Ubaidah selalu basah di Perang Badr. Ayahnya di pihak musuh. Kebesaran pahlawan selalu dimulai dari ujian besar. #FreePalestine

10. Dia lebih takut punya dendam pada saudara semuslim atas ayahnya, maka dia putuskan hadapi si ayah & terpaksa membunuhnya. #FreePalestine

11. Abu ‘Ubaidah di Perang Badar bagai singa nan cekatan menghindar & terus menghindar. Lalu dia terpojok, tak punya pilihan. #FreePalestine

12. Pedangnya terayun, tubuh lelaki yang dipanggilnya “Abi” itu terbelah. Darah merah bercampur airmatanya yang bersimbah. #FreePalestine

13. Turunlah QS Al Mujaadilah 22 tentangnya. Abu ‘Ubaidah tetap dalam khusyu’: tak sedih, tak gembira, tak malu, tak bangga. #FreePalestine

14. Satu saat datang utusan kaum Nasrani Ghasasinah dari Syam, meminta pada Sang Nabi diberikan hakim untuk wilayah mereka. #FreePalestine

15. “Sungguh kami ridha pada orang yang kau utus. Meski beda keyakinan, sahabatmu lebih bisa bersikap adil atas selisih kami” #FreePalestine

16. “Datanglah selepas siang”, ujar Sang Nabi dalam senyum manis & seri wajahnya, “Akan kuutus tuk kalian lelaki gagah&jujur” #FreePalestine

17. ‘Umar datang di Dhuhr itu bergegas cepat-cepat, diambilnya tempat yang paling mudah bagi Sang Nabi tuk melihat. #FreePalestine

18. “Demi Allah”, ujar ‘Umar, “Aku berharap ditunjuk, semata agar mendapat persaksian Rasulullah sebagai lelaki gagah&jujur” #FreePalestine

19. Tapi yang ditunjuk Sang Nabi ialah lelaki ompong itu; 3 giginya patah di Uhud untuk cabuti reruji besi di luka pipi Nabi. #FreePalestine

20. Dialah Abu ‘Ubaidah; merintis penaklukan Syam & Palestina dengan da’wah sebagai hakim nan dicinta, bukan perang, bukan pedang #FreePalestine

21. Romawi tidak tinggal diam melihat Syam dalam perubahan keyakinan yang bisa membahayakan hegemoninya. Legiun LX disiapkan. #FreePalestine

22. Abu ‘Ubaidah terdesak mundur. Kata penduduk, “Jangan! Kami lebih suka di bawah keadilanmu daripada kekuasaan Romawi nan menjajah!” #FreePalestine

23. Provokasi Romawi makin giat sewafat Nabi. Abu Bakr kirim Khalid sebagai panglima besar. Kedua pasukan berhadapan di Yarmuk. #FreePalestine

24. Khalid bsm 30.000 org, Legiun Romawi disertai Raja Ghassan berkekuatan 300.000 orang. Saat itulah kekata Khalid menyejarah. #FreePalestine

25. -“Kami membawa pasukan yg cinta kematian sebagaimana kalian cinta pd kehidupan.”- Kisah Khalid minum racun juga menyejarah. #FreePalestine

26. Raja Ghassan & Panglima Roderik undang Khalid untuk kunjung ke kemahnya dengan maksud dibunuh. Abu ‘Ubaidah ingin gantikan. #FreePalestine

27. Kata Khalid: “Jangan sampai Romawi menyangka panglima muslimin penakut. Ajal Khalid di tangan Allah, bukan mereka.” #FreePalestine

28. “Biarkan mereka tahu, walau Khalid mati, muslimin takkan kehabisan Panglima tangguh sebab ada Abu ‘Ubaidah dan lainnya!” #FreePalestine

29. Maka Khalid datang pada Roderik & Raja Ghassan. Khalid tahu, ada racun yang sudah dibubuhkan ke dalam cangkir minumnya. #FreePalestine

30. Sambil tersenyum, Khalid melafal doa, mengambil cangkir itu, lalu menenggaknya sepenuh yakin. Matanya memerah sejenak. #FreePalestine

31. Khalid tersenyum lagi. Roderik & Raja Ghassan terkejut karena setetes saja racun itu sebenarnya bisa membunuh seketika. #FreePalestine

32. “Hidup matiku milik Allah. Ajal tak dapat kalian aju atau undurkan!”, ujar Khalid. Peristiwa ini jatuhkan moral Romawi. #FreePalestine

33. Doa yang dibaca Khalid: BismiLlahilladzi laa yadhurru ma’asmiHi syai-un fil Ardhi wa la fis sama-i, wa huwas Sami’ul ‘Alim #FreePalestine

34. “Dengan nama Allah, yang tiada nan membahayakan dalam asmaNya segala di langit & di bumi, Dia Maha Mendengar, Maha Tahu.” #FreePalestine

35. Di akhir jumpa, Roderik bertanya, “Apakah Tuhan turunkan untukmu pedang dari langit sehingga kau digelari pedang Allah?” #FreePalestine

36. “Pedangmu biasa saja!”, teliti Roderik. Khalid: “Diriku & tangan yang mengayunnya-lah nan dihunus Allah pada kebatilan.” #FreePalestine

37. Yarmuk mencatatkan kemenangan gemilang bagi kaum muslimin. Di tengah kecamuknya, sebuah surat penting datang dari Madinah #FreePalestine

38. Surat itu dr ‘Umar, pengganti Abu Bakr nan wafat. Isinya: Khalid dipecat. Tapi surat itu disembunyikan sampai perang usai #FreePalestine

39. Yang menyembunyikan surat itu adalah orang yang ditunjuk jadi panglima pengganti Khalid; Abu ‘Ubaidah ibn Al Jarrah. #FreePalestine

40. Membaca surat itu, Khalid sangat malu. “Mengapa anda tak segera serahkan surat ini dari kemarin-kemarin Ya Aba ‘Ubaidah?” #FreePalestine

41. “Yang kita utamakan adalah tingginya panji Allah”, ujar Abu ‘Ubaidah tersenyum.“Tak penting siapa yang jadi panglima.” #FreePalestine

42. “Mana layak kujatuhkan semangat jihad nan sedang menyala dlm jitunya komandomu, hanya sebab aku diangkat jadi panglima?” #FreePalestine


—–
semoga bermanfaat temans,
mari kita hidup “LEBIH BAIK LAGI”

sila follow twitter Gurunda @salimafillah

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.